Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » Wirausaha dan Kemakmuran Sebuah Negara

Wirausaha dan Kemakmuran Sebuah Negara

(1217 Views) Mei 16, 2012 2:36 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Wirausaha dan Kemakmuran Sebuah Negara

Ada yang mengatakan bahwa kemakmuran sebuah negara bisa diindikasikan dari jumlah wirausahanya. Jika kita menengok negara-negara maju seperti Amerika pengusahanya mencapai 11.5%, Jepang 10%, Korea Selatan 4%. Sementara negara tetangga Malaysia jumlah pengusahanya 2.1%, Singapura 7.2%. Bagaimana dengan jumlah pengusaha Indonesia? Negara kita baru memiliki pengusaha 1.56% dari populasi atau 3.71juta orang dari penduduk Indonesia saat ini yang mencapai 237 juta orang.

Wirausaha yang dibutuhkan oleh Indonesia tentu bukan sekedar pedagang, atau hanya pedagang barang-barang impor. Wirausaha yang diperlukan tentu pengusaha yang kreatif yang bisa memberi nilai tambah pada hasil produksi sumber daya alam.  Seperti yang dikatakan oleh Emil Salim, mantan menteri Lingkungan Hidup, potensi sumber daya alam yang luar biasa di Indonesia menjadi daya saing negara kita untuk unggul. Namun dengan modal SDA saja tidak cukup, kita perlu memberi nilai tambah pada SDA tersebut. Dengan kata lain bila Indonesia saat ini menjadi salah satu pengekspor terbesar untuk kelapa sawit dan batu bara, maka itu saja tidaklah cukup. Sebaiknya hasil alam tersebut bisa diolah di Indonesia dan diekspor menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Bagaimana strategi untuk menciptakan wirausaha baru ini? Solusinya tentu tidak bisa lepas dari sektor pendidikan. Saat ini beberapa universitas negeri dan swast sudah mengembangkan inkubator UKM. Menteri Koperasi dan UKM, Syarifudin Hasan mengatakan, semakin banyak keterlibatan perguruan tinggi dalam mengembangkan inkubator UKM, semakin cepat diciptakan jumlah wirausaha sebanyak 2 % dari total penduduk Indonesia.

Penciptaan wirausaha baru juga akan berkorelasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor formal. Usaha-usaha baru tersebut jika berkembang pasti akan membutuhkan tenaga kerja. Munculnya wirausaha baru juga akan meringankan beban pemerintah dalam menyerap tenaga kerja yang melimpah saat ini. Pemerintah sendiri membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk menyerap tenaga kerja. Misalnya saja untuk pulau Jawa, dibutuhkan investasi sebesar 433 triliun untuk menyerap tenaga 340ribu jiwa. Hal ini berarti diperlukan investasi sebesar 1milyar. Suatu anggaran yang cukup besar, karena uang 1 milyar hanya bisa menyerap tenaga kerja 1 orang.

WIrausaha baru yang dibutuhkan Indonesia tidak hanya sekedar kuantitas sebesar 2 persen. Namun perlu usaha yang bisa menyerapa tenaga banyak orang, dan mampu menembus pasar global, menyerahterakan karyawan serta menjaga lingkungan.Pertanyaanya usaha seperti apakah itu….? Mari kita mencoba kembali mengenali peluang-peluang usaha di sekitar kita.

Ditulis Oleh : Heru

Sumber-sumber :

Kompas tanggal 16 Mei 2012

Kompas tanggal 15 Mei 2012

Categorised in: