Menu Click to open Menus
Home » Informasi »  STRATEGI JITU SEBELUM TERJUN DI BISNIS SEWA PROPERTI

 STRATEGI JITU SEBELUM TERJUN DI BISNIS SEWA PROPERTI

(374 Views) April 16, 2020 9:28 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada  STRATEGI JITU SEBELUM TERJUN DI BISNIS SEWA PROPERTI

Menurut Anda apakah bisnis yang selalu untung terus, kalau ada penurunan itupun sebentar saja lalu akan naik lagi? Apakah bisnis kuliner, apakah wisata, apakah jasa?

Iya betul bisnis jasa, namun bisnis jasa yang seperti apakah yang selalu untung dan tidak ada resiko barang hilang.  Jasa sewa mobil, jelas ada resiko kendaraan hilang. Lalu apa ya..

Iya betul jawaban Anda, Bisnis yang selalu untuk adalah sewa properti. Bisnis sewa properti ini bisa sewa rumahsewa apartemen, gudang, tanah saja, toko , rumah toko, kantor atau lapak di pasar. Yang jelas di bisnis ini tidak ada resiko kehilangan barang. Kan tidak mungkin tanahnya hilang digondol penyewa.

Nah di era resesi ini,  kalau Anda mau berinfestasi di bisnis properti itu langkah yang tepat sekali.Walau saat ini bisnis menurun namun beberapa bulan lagi akan kembali normal, bahkan permintaan properti akan naik di beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Namun tidak boleh gegabah lho. Anda harus siapkan beberapa hal dahulu agar bisnis yang dirancang nantinya bisa mulus dan menghasilkan fulus. Sebagai gambaran kebutuhan properti itu tidak akan turun, namun naik terus karena jumlah orang bertambah, terutama di kota besar yang menjadi sentra ekonomi dan pendidikan. Jika punya kamar kos saja, Anda sudah bisa meraup penghasilan pasir 1-2 juta perbulan, tergantung dari daerah kost-kostan yang Anda punyai. Itu baru 2 juta dari satu kamar, jika punya 10kamar berati akan dapat 20juta per bulan. Enak ya, tinggal di rumah santai baca koran.

Ini beberapa hal  yang harus Anda siapkan sebelum menyewakan properti:

  1. Tetapkan harga sewa

Ini jelas harus dilakukan ya, tidak mungkin Anda mau menyewakan rumah, lalu saat ada calon penyewa tanya, Anda tidak bisa menjawab. Atau hanya dijawab : terserah  Bapak mau kasih saya uang sewa berapa. Sama sekali tidak lucu deh. Penyewa butuh informasi yang pasti mengenai harga sewa ini. Karena penyewa harus menghitung anggarannya.

Nah untuk menentukan harga sewa tentu Anda harus lihat- lihat lokasi properti yang Anda miliki. Misalnya  Anda memiliki rumah tinggal seluas 150 meter persegi, langkah mudahnya tinggal survey  untuk lokasi yang  berdekatan dan fasilitasnya setara.

Lalu tinggal tentukan posisi sewa Anda akankah sama, lebih tinggi atau lebih rendah biar cepat laku.

 

  1. Menentukan jangka waktu sewa

Dengan harga pembayaran seperti yang ditentukan pada poin 1 lalu Anda harus menentukan itu untuk harga sewa setahun atau per bulan atau per 6 bulan. Pertimbangannya antara lain adala kondisi finansial kita sendiri. Kita mau dapat penghasilannya per bulan atau per tahun.   Dengan melihat rumah yang Anda miliki juga, misalnya dalam setahun ini kondisi bakal stabil, maka lebih baik mengambil jangka waktu sewa setahun. Agar kita bisa dapat penghasilan setahun di muka. Kan lumayan ya bisa untuk ditabung atau modal bisnis lainnya.

Namun dengan melihat pasar juga bisa ditentukan sewa per tiga bulan , misalnya. Agar lebih menarik di mata calon penyewa.

 

  1. Mengenal Calon penyewa properti Anda

Walaupun properti itu barang yang aman, tidak bisa pindah atau hilang, namun rumah kan bisa rusak. Nah itulah perlunya Anda  mengetahui calon penyewa properti Anda. Lalu apakah harus kenal dahulu dengan calon penyewa properti?

TIdak harus sih. Langkah mudahnya siapkan blangko isian mengenai biodata penyewa. Blangko ini  berisi identitas, pekerjaan, lalu alamat kantor atau alamat usaha. Lalu bisa juga ada isian rencana penggunaan properti tersebut dan yang tidak kalah penting adalah nama referensi.

Dari blangko tersebut kita bisa melihat  misalnya rencana penggunaan properti. Misalnya mau digunakan sebagai tempat bisnis rumahan, kita berhak tanya bisnis macam apa. Tidak perlu mendetil sih, tapi yang penting agar kita tahu bahwa bisnis yang dijalankan tidak melanggar hukum.

Coba bayangkan jika properti kita digunakan untuk pabrik  narkoba, kan kita bakalan repot sendiri. Nah berhati-hati itu perlu.

  1. Membuat suat perjanjian Sewa Properti

Berkaitan denga blangko isian di nomor 3, maka penting juga untuk disiapkan  surat perjanjian sewa properti. Isinya tidak usah panjang-panjang, selain identitas  para pihak, surat perjanjian itu berisi beberapa pasal misalnya harga sewa, jangka waktu sewa,  dan kondisi-kondisi lain, seperti penyewa harus membayar tagihan listrik , air, telepon dan lainnya. Kondisi properti saat diserahkan kembali harus bagaimana.

Hal ini penting kan untuk menjaga aset kita sendiri. Tuliskan pula kewajiban-kewajiban dari penyewa dan biaya yang harus dibayarkan oleh penyewa jika merusakkan properti.

Lalu tentukan pula uang muka sebagai deposit jika harga sudah disepakati. Deposit uang ini biasanya hilang jika kontrak tidak berlanjut atau bisa diatur kembali uang separuhnya.

Deposit ini berfungsi pula untuk melindungi properti kita jika rusak. Kita dapat mengatur perjanjian, jika ada kerusakan berat maka uang deposit sebagai biaya perbaikan.

Categorised in: ,