Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » Resto dan Kedai Baru Banyak Berdiri di Gunungkidul

Resto dan Kedai Baru Banyak Berdiri di Gunungkidul

(527 Views) November 5, 2019 6:40 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Resto dan Kedai Baru Banyak Berdiri di Gunungkidul

Gunungkidul beberapa tahun ini menjadi primadona bagi wisatawan dengan tujuan DIY. Kelebihan obyek wisata di Gunungkidul yang beragam menarik. Walau sempat terpuruk akibat badai cempaka pada akhir 2017 namun dari 2018 sampai 2019 ini  kunjungan mulai naik.

Suana malam di Kopi Angkringan Wonosari

Dampak ikutan bagi kunjungan wisata ini adalah maraknya rumah makan dan resto baru. Bahkan kedai-kedai kopi mulai banyak berdiri di Gunungkidul. Hal ini menarik karena budaya masyarakat kebanayak masih minum teh.

“Kami ingin memperkenalkan budaya minum kopi, sebagai alternatif wedangan teh, sambel bawang dan gorengan,” ungkap Amri seorang pengusaha kedai yang merintis warungnya 2 tahun lalu. Edi, lulusan universitas negeri tidak sungkan melepas pekerjaannya sebagai guru di Yayasan ternama demi mengembangkan usaha kopinya. Edi mulai merintis usaha roastery atau penyangraian kopi yang pertama di Gunungkidul.

 

Berbagai konsep dikembangkan oleh pemilik kedai, sebagai tempat bersantai dilengkapi musik atau menawarkan menu lain sebagai pelengkap. Kedai kopi Konco Dewe yang dirintis Laras, dara masih kuliah di Jogja ini, juga mulai menapaki mencari  pelanggana. Yang menarik juga dilakukan oleh Boma Kingkin, mendirikan Senikmat Kopi di daerah Siraman dengan letak kedai di tengah perkampungan. Untuk menarik pelanggan ia melengkapi kedai dengan alat musik, sehingga pelanggan bisa main musik sepuasnya.

Konsep wedangan santai juga diusung oleh kedai Kopi Angkringan Wonosari.  Bangunannya berupa limasan dan kandang sapi di bagian depan.

Tommy, perwakilan pemilik resto Handayani, mengatakan gairah kaum  muda untuk membuka usaha semakin menarik di Gunungkidul. Tommy mengajak para usahawan  muda ini untuk berinovasi.

Dinas Pariwisata mendukung tumbuhnya kedai kopi di Gunungkidul ini.  Pada bulan Oktober lalu Bidang Promosi mengadakan pelatihan Latter Art dengan mendatangkan barista profesional dari Yogyakarta. Hal ini dilakukan agar ketrampilan pelaku usaha makin baik sehingga kualitas layanan dan produk meningkat.

Peningkatan kualitas dan produktivitas inilah yang menjadi PR bersama antara pelaku usaha dan pemerintah. Sinergi tentu perlu ditingkatkan agar makin baik dan mendukung kunjungan wisata.

(Heru Tricahyanto)

Tags:
Categorised in: