Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » RAPAT KERJA DAN KONSULTASI PROPINSI DPP APINDO DIY

RAPAT KERJA DAN KONSULTASI PROPINSI DPP APINDO DIY

(819 Views) Februari 20, 2015 12:56 pm | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada RAPAT KERJA DAN KONSULTASI PROPINSI DPP APINDO DIY

Setelah sekian waktu tidak mengadakan pertemuan, akhirnya mengawali tahun 2015 ini DPP Apindo DIY mengadakan pertemuan yang mengundang seluruh DP Kab/Kota. Pertemuan yang diberi judul Rapat Kerja dan Konsultasi ini bertempat di restoran Quack quack, Jl Affandi Yogyakarta. Resto yang berada di kompleks RRI Jogjakarta. Rapat kerja dan konsultasi ini merupakan amanat dari Anggaran Dasar Apindo, pasal 28 dimana di situ disebutkan bahwa :

  • Rapat kerja dan Konsultasi Provinsi merupakan forum koordinasi antara Kepengurusan Provisnsi dengan Kepengurusan Kabupaten /Kota
  • Pak Ibnu menyampaikan paparan

    Pak Ibnu menyampaikan paparan

    Suasana Rakerkonprov DPP Apindo DIY 2015

    Suasana Rakerkonprov DPP Apindo DIY 2015

Menurut pasal 37 Anggaran Rumah Tangga ayat 1 rakerkonprov ini diselenggarakan sekali dalam 1 tahun yang dipersiapkan dan diselenggarakan serta dipimpin oleh Dewan Pimpinan Provinsi. Selanjutnya pada ayat 2 disebutkan juga bahwa rakerkonprov ini dihadiri oleh para pengurus dari Dewan Pimpinan Kab/kota, anggota luar biasa, dan peninjau. Anggaran rumah tangga Apindo juga menegaskan bahwa forum ini merupakan forum koordinasi dan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan Program tahun sebelumnya di setiap tingkapan organisasi mengacu kepada amanat Musyawarah Propinsi dan menetapkan rencana pelaksanaan tahun selanjutnya atas Progam Organisasi.

Pak Buntoro selaku Ketua DPP APindo DIY saat ini menyampaikan bahwa ada hal mendesak mengenai keberlanjuta Dunia usaha saat ini. Sofian Wanandi yang sudah mengundurkan diri dari Ketua Umum Apindo saat ini menjadi penasehat presiden dan posisinya digantikan oleh Haryadi Sukamdani. Dengan posisi bapak Sofian saat ini maka Apindo memiliki akses langsung ke pusat kekuasaan (presiden). Lalu pertanyaannya apa yang bisa diambil manfaatnya oleh Apindo? Lebih lanjut Buntoro membahas tentang keanggotaan di Apindo. Anggota ini harus diseleksi lagi mana yang aktif dan mana yang tidak. Yang aktif tentunya harus membayar iuran. Pengurus Apindo juga harus memberi teladan dengan membayar iuran. Mengenai sumber keuangan bagi organisasi dikatakan ada dua sumber yaitu dari iuran anggota dan honor dari Dewan Pengupahan dan Tripartit yang diterima personil yang ditempatkan pada lembaga tersebut. Pengurus diminta kerelaannya untuk memberikan sebagian benar honornya agar organisasi tetap hidup.

Mengenai program kerja, lebih lanjut Pak Buntoro mengibaratkan Apindo seperti perusahaan yang menghasilkan produk. Produk akan laku kalau yang dijual menarik. Pak Buntoro melihat peluang adanya sengketa perpajakan di beberapa perusahaan. Dengan memposisikan Apindo sebagai mediator antara Kanwil Pajak dengan dunia usaha maka organisasi akan punya peran. Saat ini PT MAK yang didirikannya merupakan pembayar pajak terbesar di Sleman sehingga memiliki akses komunikasi dengan kanwil pajak. Target pajak dari pemerintah saat ini naik tinggi sehingga aka nada ekstensifikasi dan intensifikasi pajak untuk para pengusaha. Konsep yang ditawarkan Pak Buntoro adalah dengan menjaga keberlangsungan usaha samapai denga para pengusaha bisa menghasilkan keuntungan. Keuntungan inilah yang dipajaki. Solusi untuk sengketa jangan sampai usaha itu dimatikan karena saat ini pilihan pengusaha adalah mengejar kemampuan membayar sesuai UMK dan kulakan bahan. Komitmen Pak Buntoro terhadap anggota Apindo juga agar anggota membayar pajak dengan benar

Pada pembicaraan lebih lanjut juga dibahas mengenai rencana kunjungan DPP ke tiap DPKab/Kota. Progfam ini akan dijalankan mulai bulan Maret sampai dengan April. Pengurus DPKab/Kota juga diminta menyelenggarkan raker semacam ini dengan mengundang para anggota atau hanya jajaran pengurus saja.

(A.Heru Tricahyanto)

Categorised in: