Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » Produk Luar Mendominasi, Sridaya Bertahan Jual Mebel Produk Sendiri

Produk Luar Mendominasi, Sridaya Bertahan Jual Mebel Produk Sendiri

(9 Views) Maret 12, 2019 2:44 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Produk Luar Mendominasi, Sridaya Bertahan Jual Mebel Produk Sendiri

WONOSARI,(KH)— Sebagaimana penelusuran KH sebelumnya, beberapa penjual mebelair mengaku lebih memilih menjual produk luar daripada produk lokal. Berbagai alasan disebutkan, salah satunya bahwa produk luar tersebut memiliki harga yang lebih miring, sehingga margin laba penjualan lebih banyak.

Dari sekian banyak toko mebelair di kawasan Wonosari sepertinya pengrajin sekaligus penjual mebelair, Sridaya menjadi satu-satunya yang bertahan dengan produk sendiri. Toko yang berada di Jl. Veteran, No. 12 Kepek, Wonosari, ini dirintis oleh pasangan suami istri Yohanes Sabari dan Margaretha Sriwidayati.

Diawali pada tahun 1986, setelah usaha Sabari di bidang pemintalan benang mulai surut, kemudian merintis usaha mebel. Sabari membeli mebel mentah dari Jepara langsung, kemudian difinishing di Wonosari. Sabari tidak segan untuk melatih tukangnya bagaimana cara menghaluskan kayu sampai dengan finishing dengan pelitur. Tenaga atau karyawan bagian produksi mulai dari 3 orang.

Masa puncak dialami usaha Mebel Sridaya ini pada tahun 2004-2010. Pada waktu itu pesanan dari luar cukup banyak. Setiap minggu bisa memberangkatkan 1 truk isi berbagai mebel, dari kursi tamu, lemari pakaian dan lainnya. Kiriman mebel ke Jogja, Salatiga, Wonogiri dan Kartosuro. Namun umumnya bisnis juga mengenal pasang surut.

Diakui akhir-akhir ini persaingan semakin ketat. Serbuan produk luar membanjir bahkan mendominasi produk-produk di berbagai toko mebelair. Selain bersenjatakan harga murah, penjual mebelair memilih menjual produk luar karena apabila membuat produk mebel sendiri biaya operasionalnya sangatlah tinggi.

“Memang benar hampir semua toko mebel produknya dari luar, tetapi hingga saat ini saya bersikeras bertahan menjual produk buatan sendiri,” ujarnya, Jum’at, (27/1/2016).

Lanjut Ny Sabari, sebenarnya harga mahal itu relatif. Apabila berani menyediakan produk dengan kualitas sangat baik sebagian pembeli juga akan mengutamakan memilih kualitas dan mengesampingkan harga apabila terdapat selisih sedikit lebih mahal.

Selama 35 tahun menjalankan usaha, selama rentang waktu tersebut Sridaya sempat menjadi supplier produk mebel di kota-kota luar. Startegi yang ditempuh yakni dengan mempekerjakan sales pemasaran dari kota sasaran pemasaran.

Selain itu, pihaknya juga mengangkat tenaga dibagian produksi dari Jepara. Sebagaimana diketahui dari sanalah orang-orang yang piawai dalam membuat berbagai produk mebelair. “tahun 2000-an tingkat produksi dan penjualan kami cukup tinggi,” tambah Ny Sabari.

Tidak dipungkiri semakin banyaknya penjual dengan tawaran harga murah merupakan tantangan yang berat, sehingga sangat berpengaruh pada omset. Meski demikian dirinya tidak berniat menghentikan produksi lantas membeli produk luar untuk dijual lagi.

“Saya membeli kayu yang belum ditebang. Dahulu terbiasa terjun langsung ikut menyertai penebangan pohon-pohon di hutan dan ladang,” kenangnya.

Sehingga, sambung Ny Sabari, dirinya sudah cukup terbiasa memiliki tenaga kerja pada bagian-bagian pekerjaan tertentu, sejak dari proses penebangan, hingga penggarapan atau produksi. Kecermatan dalam menghitung berapa biaya operasional sangatlah penting, karena sebagai dasar penentuan harga. (Kandar)

tautan publikasi sumber : http://kabarhandayani.com/produk-luar-mendominasi-sridaya-bertahan-jual-mebel-produk-sendiri/