Menu Click to open Menus
Home » Informasi » Perintah diminta Mengevaluasi Program Kartu Pra Kerja

Perintah diminta Mengevaluasi Program Kartu Pra Kerja

(435 Views) April 30, 2020 4:24 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Perintah diminta Mengevaluasi Program Kartu Pra Kerja

Pro dan kontra menyusul dibukanya kesempatan bagi 5.6jt masyarakat yang terdampak Covid-19 untuk mendapatkan kartu Pra Kerja, membuktikan bahwa kebijakan ini belum memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat.  Program Kartu Pra Kerja ini yang pada kondisi normal adalah untuk meng-upgrade keterampilan para pencari kerja, kemudian dalam keadaan darurat diperluas cakupannya.

Kompas, 30 April 2020 menuliskan bahwa setiap pemegang kartu Pra kerja berhak mendapatkan insentif Rp600.000 per bulan selama 4 bulan yang diteriakan setelah yang bersangkutan mengikuti pelatihan daring (online) senilai Rp.1juta. Biaya pelatihan 1 juta ini dibayarkan oleh pemerintah dalam bentuk deposit ke masing-masing akun lalu bisa “dibelanjakan” pelatihan yang diselenggarkan oleh 8 vendor.

Lembaga pelatihan daring inilah yang bakal menerima 1jt dikalikan jumlah peserta, yang bila memenuhi target ada 5.6juta, atau senilai 5,6 trilyun. Per Rabu 29 April2020 kemarin dari 8,6jt pendaftar, sebanyak 456.265 orag lolos seleksi sebagai peserta Kartu Pra Kerja. Pemerintah sudah mentransfer sekitar Rp.500 Milyar untuk para peserta di gelombang I dan menyusul peserta di gelombang kedua.

Namun, Kevin (24th) asal Jawa Timur yang sudah mengikuti pelatihan  menulis di gelombang pertama belum  bisa melancairkan insentifnya karena pelatihan yang ia rampungkan masih dalam status diakurasi. Akibatnya “ Saya tidak bisa mengikuti kelas pelatihan yang lain lagi,” katanya. Ia sudah 3 bulan di –PHK dan mengganggur sampai sekarang.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, merasa perlunya evaluasi menyeluruh terhadap relevansi dan efektivitas Kartu Pra Kerja di tengah pandemic Covid-19. Kelas pelatihan mestinya dialihkan untuk bantuan social bagi pekerja yang terdampak.

 

 

Categorised in: ,