Menu Click to open Menus
Home » Provinsi DIY » Perekonomian di Era Jokowi

Perekonomian di Era Jokowi

(698 Views) Juni 17, 2016 1:20 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Perekonomian di Era Jokowi

Mungkin jarang dari kita yang telah melihat progres ekonomi dengan indikator yang cukup komprehensif menggambarkan  progres ekonomi Indonesia sejak Pemerintahan Jokowi-JK dilantik 20 Oktober 2014. aku

Sehingga penyajian indikator ekonomi ini semacam rapor kenaikan kelas (bidang ekonomi).

Berbagai indikator- indikator ekonomi yang diterbitkan  24 Mei 2016 oleh lembaga Riset ekonomi   “FocusEconomics” ( FE) yang berpusat di Barcelona, (Gran via 657,Barcelona 08 010), Spanyol.mempunyai reputasi yang solid baik di kalangan pemerintah. Lembaga keuangan dan Perusahaan multinasional.

FE mempunyai Spesialisasi pada “consensus economic forecast”, analisis ekonomi & perdagangan komoditas, mencakup 127 negara di dunia.

Berikiut 19 indikator ekonomi penting  Indonesia dari 2014 sampai akhir 2015:

1.PENDUDUK= 251 juta jiea menjadi 255 juta jiwa
2.PENDAPATAN PER ORANG =;USD 3,541 menjadi USD 3,379
3.PERTUMBUHAN EKONOMI =  5 % menjadi 4,8 %
4.PENGANGGURAN TENAGA KERJA= 3,9 % menjadi 6,2 %
5.TiNGKAT KONSUMSI  (variasi tahunan)=  5,2 % menjadi 5,0 %
6.NILAI  RUPIAH per USD= Rp 12,385 mrnjadi Rp 13,788
7.EKSPOR =  USD 176 milyar menjadi USD 150 milyar
8.IMPOR = USD 178 milyar menjadi USD 143 milyar
9.NERACA DAGANG  = Minus USD  2,5 menjadin  USD 7,6 milyar
10.NERACA BERJALAN  (% dari PDB ) = – 3,1 menjadi – 2,1 %
11,UTANG LUAR NEGERI (% dari PDB)= 33 % menjadi 36 %
12.UTANG PUBLIK (% dari PDB)= = 24,3 % menjadi  27,5 %
13.PASAR MODAL (variasi tahunan)= 22,3 % menjadi minus 12,1 %
14.CADANGAN DEVISA = USD 112 milyar menjadi USD 106 milyar
15.NERACA FISKAL (% dari PDB) Minus 2,1 % menjadi minus 1,9 %
16.INDUSTRI MANUFAKTUR= 4,6 % menjadi  4,2 %
17.PENJUALAN ECERAN (RETAIL) = 14,5 % menjadi 13,3 %
18.INFLASI (CPI) Barang& Jasa Konsumsi) 8,4 % menjadi 3,4 %
19 INFLASI (WPI) (barang grosir)= 9,3 % menjadi 4,4 %

KESIMPULAN:
Dari 19 indikator ekonomi di atas sudah cukup untuk menyimpulkan progres ekonomi 2014-2015 bahwa  ekonomi Indonesia  makin lemah. pertumbuhan turun utang luar negeri meningkat, pendapatan rata2 penduduk turun, Aktivitas Industri, Perdagangan (ekspor & impor) ,penjualan eceran dan grosir menyusut  dengan akibat penganguran tenaga kerja meningkat.

Dampak merosotnya pertumbuhan  ekonomi di 2015 masih berlanjut pada pertumbuhan  ekonomi di kuartal 1 (Januari sampai Maret ) 2016 yang hanya tercapai 4,9 % dari target di atas 5,1 %. Dalam indikator neraca perdagangan terlihat data kenaikan surplus dagang yang tajam tetapi itu karena impor lebih cepat turunnya dari ekspor.

Nilai Impor & ekspor 2015 lebih rendah dari tahun 2014. Demikian juga inflasi berdasarkan Indeks Harga Barang & Jasa  Konsumen (Consumer Price Index=CPI) dan berdasarkan Index Harga Barang Grosir (Wholesale Price Index=WPI) turun tajam bukan karena kebijakan pengedalian harga tetapi lebih  karena  daya beli kosumen dan pedagang makin rendah mengakibatkan konsumsi turun tajam.

Kita harapkan 2016 bisa lebih baik.

Categorised in: