Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » MENGELOLA SDM DI JAMAN YANG SERBA TIDAK PASTI

MENGELOLA SDM DI JAMAN YANG SERBA TIDAK PASTI

(1082 Views) Januari 18, 2017 1:34 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada MENGELOLA SDM DI JAMAN YANG SERBA TIDAK PASTI

Disarikan dari sharing Rudy Afandy, HR Director  GE Indonesia. Yang sharing dalam acara Kopdar One HR Chapter Indonesia , di Hotel Jayakarta 1701-17

 

Setiap perusahaan baik besar maupun kecil menghadapi masalah yang sama saat ini , yaitu bagaimana  mengelola SDM di tengah erah yang serba tidak pasti. Seorang ibu bertanya kepada saya:” Pak sebaiknya anak saya belajar (menggeluti ) bidang apa sekarang?” Saya sampaikan al yang paling penting saat ini adalah mendorong anak untuk  terus mau  belajar, karena apapun yang kita kuasai saat ini akan cepat using di masa depan.  Saya memiliki singkatan bagaimana perusahaan mengelola SDM di era saat ini. Singkatannya SPARK. Ini bukan kebetuhan arti SPARK sendiri adalah pijar. Jadi fungsi pengelolaan SDM saat ini  adalah bagaimana “menyalakan “ orang lain:

 

  1. S : Shapping future leader

Keberhasilan pemimpin dilihat dari keberhasilannya melahirkan pemimpin baru yang bisa meneruskan perjalanan organisasi/perusahaan. Banyak perusahaan di Indonesia yang tidak bisa melewati generasi ketiga, karena pemimpinnya tidak pernah meluangkan  cukup waktu untuk mendidik pempimpin berikutnya.

 

  1. P: Performance driven culture

Perusahaan yang berhasil di era saat ini adalah perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang baik. Budaya perusahaan yang baik  akan menarik dan memfilter orang-orang dalam perusahaanitu . Bagaimana kita bisa mendorong orang-orang yang sadar akan perannya dalam organisasi dan malu kalau tidak berprestasi. Orang bekerja bukan karena takut terhadap atasan tetapi karena didorong kebutuhan untuk berprestasi. Hal yang cukup memprihatinkan adalah Human Capital Index di Indonesia saat ini  lebih rendah dari Vietnam. Indeks tersebut mengukut motivasi bekera, kemauan belajar dan kebutuhan akan prestasi dll.

 

  1. A: Accelerate learning process

Belajar adalah kewajiban dan kebutuhan setiap individu. Proses belajar tidak mesti dari training. Survey membutktikan 80% pembelajaran dari pengalaman. Jangan terjebak pada formalitas gelar dan sertifikat. Karena  pada akhirnya kompetensi dibuktikan dengan kerja dan output.

 

  1. R: Rigor dan Integrity

Butuh orang-orang yang keukeh, ulet, konsisten untuk mengawal perubahan.Pemimpin dan pengelola SDM juga harus memiliki integritas, walk the talk, apa yang dia jalankan. Tidak bisa pempimpin meminta anak buahnya untuk berubah, lebih disiplin, terus  belajar tetapi pempimpinnya tidak member contoh. Sering ada ungkapan orang memilih masuk akrena perusahaan dan orang memilih keluar  karena bosnya. Pemimpin yang tidak memberikan arahan tidak mendidik dan memotivasi adalah alasan banyak karyawan baik keluar.

 

  1. K: Keep it simple and agile

Jangan membuat prosedur , aturan dan hal-hal lain menjadi kaku dan akhirnya membelenggu kita sendiri. Ambil prinsipnya, buat menjadi sederhana dan rubah ketika memang butuh dirubah.

Semoga bermanfaat. Didengar dan ditulis oleh Rudy Syncore

 

 

Categorised in: ,