Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » Galeri UMKM » KOPI ANGKRINGAN WONOSARI: TEMPAT NGOBROL DAN DISKUSI NYAMAN

KOPI ANGKRINGAN WONOSARI: TEMPAT NGOBROL DAN DISKUSI NYAMAN

(623 Views) Juli 30, 2018 4:47 pm | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada KOPI ANGKRINGAN WONOSARI: TEMPAT NGOBROL DAN DISKUSI NYAMAN

Gunungkidul saat ini menjadi tujuan wisata alam yang cukup terkenal se-DIY. Karena berbagai obyek pantai dan gua yang bagus dan tidak ada di tempat lain. Meningkatkan kunjungan wisata ini berdampak pada pendapatan masyarakat yang semakin banyak. Sehingga kelas menengah di Gunungkidul juga semakin banyak. Hal ini ditandai dengan banyak mobil-mobil baru yang bersliweran di jalan-jalan protokol sampai pedesaan. Kemampuan ekonomi masyarakat Wonosari dan Gunungkidul umumnya yang kelihatannya mulai meningkat. Tanda-tandanya bisa dilihat dari populasi mobil terbaru (Jazz, Peugeot, Avanza/Xenia, Rush, Xover,Stream) yang bertambah, Banyak rumah bagus didaerah pedesaan (outer circle of the road),Les semacam Primagama, GO sangat laris.

Suasana malam di Kopi Angkringan Wonosari

Tempat parkir luas dan aman

Perubahan gaya hidup menyebabkan pola perilaku masyarakat juga berubah yang.Kebutuhan baru untuk tempat rekreasi harian, artinya sebuah tempat untuk melepaskan kepenatan setelah seharian bekerja. Sebuah tempat  untuk sekedar ngobrol dan minum-minum sekaligus memberi nilai tambah pada bisnis karena bisa juga sekaligus untuk bertemu dan memperluas relasi. Tempat ini juga untuk bertemu dengan komunitas lain di luar masalah pekerjaan. Sementara untuk anggaran adalah yang kira-kira tidak lebih besar dari rerata pendapatan harian antara 10-50rb.

Komunitas anak muda banyak bermunculan. Anggota komunitas ini beragam, tapi banyak juga yang telah memiliki penghasilan tetap sementara karena belum berkeluarga, kebutuhanya banyak dialokasikan untuk berkumpul dan “dolan-dolan”.

Untuk sebuah komunitas kebutuhan akan sebuah tempat yang enak untuk ngobrol, santai, terbuka dan harganya terjangkau adalah hal yang mutlak. Dengan kata lain bila ngobrol dan “wedangan” di tempat tersebut memberi nilai tambah untuk bisnis atau bidang yang digeluti sehingga anggaran yang dikeluarkan dari pos operasional atau investasi. Wedangan dan makan-makan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang konsumtif melainkan masuk dalam pos operasional bisnis, karena sambil melakukan hal ini adalah nilai tambah (misalnya ilmu) dan peluang transaksi dengan rekan bisnis.

  • Dengan melihat peluang tersebut maka seorang pengusaha muda asli Gunungkidul, Heru Tricahyanto dan istrinya Agnita Nunung, membuat suatu usaha kuliner diberinama Kopi Angkringan Wonosari. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di jalan protokol Wonosari Kota. Dan di Google pun bisa mudah ditemukan dengan mengetikan nama angkringan tersebut.

Menurut sang pemilik hal yang akan dicitrakan dari tempat tersebut yaitu sederhana, keterbukaan, nilai tambah (karena bisa ngobrol bisnis, konsultasi lain-lain yang berguna, fasilitas hotspot (pengembangan di masa mendatang setelah warung berjalan stabil). Nuansa yang ingin ditampilkan adalah tradisional dengan rumah  limasan kayu, kandang sapi dan  furnitur lawasan, suasana mengadopsi dari warung kucingan (temaram tapi jauh dari kesan mesum), sederhana tapi pelayanan standar manajemen modern.

  • Mengenai alasan pemilihan nama, Heru mengamati bahwa masyarakat Gunungkidul umumnya senang dengan kegiatan yang namanya wedangan, istilah ini sudah tertanam dalam benak masing-masing orang. Dan angkringan adalah identik dengan wedangan. Kemudian untuk sajian kopi, Heru memilik kopi fresh yang di-grinder langsung di depan pelanggan. Untuk memastikan bahwa kopi yang disajikan murni dan segar. Untuk menjaga kualitas kopi, Heru memastikan dengan meroasting kopi di Wonosari. Biji kopi Green Bean didatangkan dari mitra yang memiliki akses langsung dengan petani kopi.
  • Target pasar usaha kuliner Kopi Angkringan Wonosari ini adalah komunitas hobi seperti mobil carry, motor, photography, keluarga muda dengan anak kecil yang butuh tempat bersih dan nyaman untuk makan dan ngobrol  para pelajar SMP, SMA. Siswa tidak takut untuk wedangan karena harganya terjangkau, dengan uang rp 5ribu saja sudah bisa makan dan minum kenyang

Keistimewaan

  • Tidak selayaknya angkringan umumnya, Kopi angkringan Wonosari selain menghadirkan rumah limasan kayu, juga dilengkapi dengan toilet yang bersih.  Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir untuk ke belakang.
  • Produk khas yang ditawarkan yaitu kopi robusta dan arabika dengan teknik saring V60, minuman panas the poci gula batu, dan jahe kepruk. Untuk sajian makanannya dikontrol langsung oleh sang istri, yang juga guru Biologi di sebuah SMA Negeri di Wonosari. Bu Nunung demikian panggilan akrabnya, mengontrol bahan mentah, proses sampai dengan penyajian. Makanan yang disajikan dijamin tidak mengandung micin dan proses pembuatanya higienis. Untuk nasi bungkus yang menjadi trade mark sebuah angkringa, di Kopi Angkringan Wonosari ini disajikan dengan bungkus daun jati. Dan di beri nama Nangkring.
  • Monggo silakan mampir dan menikmati sajian Kopi Angkringan Wonosari

(https://kopiangkringanwonosari.business.site/)

 

 

Categorised in: ,