Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » DISRUPSI,DESA DAN INTERNET

DISRUPSI,DESA DAN INTERNET

(388 Views) Agustus 21, 2017 1:00 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada DISRUPSI,DESA DAN INTERNET

oleh : Afnan Harifi

 

Perubahan cara orang berkomunikasi dan bertransaksi di zaman disrupsi ekonomi mendorong kami, para penggiat internet marketing, berpikir bagaimana memanfaatkan perubahan ini agar berdampak pada masyarakat desa. Kami mencoba  menawarkan konsep kepada salah satu kepala desa di perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Desa Dlingo . Syukurlah tawaran itu disambut dengan baik oleh Pak Kades. Pada pertemuan pertama Pak Kades langsung memaparkan ide-idenya untuk mengangkat potensi desa agar bisa menembus pasar melalui jejaring internet. Kami pun disodori pekerjaan rumah untuk membuat rumusan konsep yang lebih detil.

Sekilas mengenai Desa Dlingo bisa kita peroleh dari laman webnya  dengan mengetikkan Desa Dlingo di Google. Desa ini berada pada punggungan bukit sebelah selatah Pathuk, Gunungkidul. Secara geologi batuannya termasuk dalam formasi langgeran, yang berarti daerah gunungapi purba. Desa ini memiliki potensi wisata dan kerajinan.

Yang menarik Pak Kades sangat getol dengan teknologi informasi. Laman Desa Dlingo merupakan yang terbaik di Kabupaten Bantul. Dari laman ini pula kita bisa mengunduh banyak informasi. Sistem persuratanpun sudah mulai dirintis bisa secara daring. Akses interset? Jangat kuatir, pemerintah desa menyediakan akses nirkabel secara gratis di sekitar bale desa Dlingo. Sungguh menarik karena sebagai  daerah yang jauh dari pusat Kabupaten namun  kegiatan ekonominya dinamis. Di Desa ini pula kita bisa menemui puluhan pengrajin kayu yang memproduksi mebel, meja kursi, lemari dari bahan kayu sengon dan mahoni. Produksinya menembus pasar di seluruh Pulau Jawa karena harganya kodian, alias harga murah.

Pak Kades menginginkan adanya terobosan dengan memanfaatkan akses internet. Maka kami di beri tugas untuk merencanakan kegiatan pendampingan yang berkesinambungan.  Diskusi pada malam pertengahan Agustus 2017 tersebut menyimpulkan perlunya pelatihan mengenai penggunakan internet, membangun website, optimasi media sosial dan pasar daring secara praktis untuk memasarkan produk desa.

Bagaimana kisah selanjutnya? Ikuti terus di laman Apindodiy.or.id

 

Categorised in: ,