Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » BEKERJA SMART dan KERAS TIDAKLAH CUKUP

BEKERJA SMART dan KERAS TIDAKLAH CUKUP

(904 Views) Mei 9, 2012 6:00 pm | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada BEKERJA SMART dan KERAS TIDAKLAH CUKUP

Untuk ukuran seorang Direktur yang memimpin sebuah industri yang dengan omset milyaran, penampilanya sangat sederhana. Siang itu, Pak Buntoro ,direktur PT MAK, hanya mengenakan baju seragam PT.MAK dipadu dengan celana kain .Padahal ia menjadi tuan rumah sebuah acara dari BKKBN, yang dihadiri oleh Gubenur DIY ,Pangdam, Deputi BKKBN Pusat dan Bupati. Penampilan sekilas pria yang berumur 60 tahun ini telihat nyentrik dengan rambut panjangnya yang sudah memutih.

Bagaimanapun panampilannya, Pak Buntoro tetaplah seorang Direktur yang disegani sekaligus dekat dengan para karyawanya. Ia memimpin perusahaan yang didirikannya sendiri selama 22 tahun lalu. Perusahaan yang memproduksi peralatan rumah sakit tersebut berawal dari gudang kecil yang sederhana. “Saya membangun pabrik ini sedikit demi sedikit. Pabrik dibangun dengan uang yang ada, pasir segerobak dan semen untuk membuat batako!” Begitu tiap minggu. Sampai setahun kemudian berdiri pabrik sebagai tempat produksi, dan kapasitas produksi semakin bertambah. Pabrik yang sekarang ada itu saya bangun selama 5 tahun”.

Pak Buntoro yang kini juga menjadi ketua APINDO DIY, mengatakan “20 tahun lalu perusahaanya juga UKM. Apakah kalau dikasih modal terus langsung jadi hebat. Apakah kalau dikasih pelatihan manajemen terus jadi hebat. Apakah kalau bekerja keras, dana cerdas juga langsung hebat”. Tidak cukup, jawabnya sendiri.”work harder and smarter it’s not enough”. Lebih lanjut Pak Buntoro mengatakan, setiap usaha/industri harus memiliki visi. Visi tersebut akan menjadi bahan-bahan yang tak akan pernah habis. Kemudian Pak Buntoro memaparkan visi PT.MAK yaitu menjadi industri  kebanggaan bagi Indonesia.Visi inilah yang menjadi bahan bakar bagi setiap gerak langkah di PT MAK. Setelah menentukan visi barulah kita menentukan strategi untuk mencapai visi tersebut.

Pak Buntoro, seorang Direktur, yang penampilanya sederhana dengan rambut gondrong yang sudah memutih tapi terlihat lebih muda dari usianya saat ini, menekankan betapa pentingnya menentukan tujuan. Dengan tujuan yang pasti, maka setiap langkah walaupun kecil,sedikit demi sedikit akan menghantarkan kita untuk mencapainya.

Jadi persoalan utama bagi UKM, mungkin bukanlah soal modal, ketrampilan atau pemasaran. Tetapi bagaimana kita bisa merumuskan visi yang jauh ke depan tetapi tetap realistis bisa dicapai.Visi ini yang akan kita jiwai dalam setiap gerak langkah,dan juga akan menjadi bahan bakar yang tak pernah habis.

 

Categorised in: