Menu Click to open Menus
Home » Gunung Kidul » Beberapa Masalah Ketenagakerjaan di Gunungkidul

Beberapa Masalah Ketenagakerjaan di Gunungkidul

(1028 Views) Juni 22, 2013 12:54 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Beberapa Masalah Ketenagakerjaan di Gunungkidul

LKS Tripartit Gunungkidul pada hari Rabu 20 Juni 2013 mengadakan sidang kedua di tahun 2013. Pertemuan yang dihadiri oleh 10 orang  anggota tersebut membahas berbagai masalah ketenagakerjaan yang muncul di daerah. Di antara yang hadir tersebut adalah Udi Harsono (Kabag Hukum Pemda Kab GK), Sri Sarimurti , Dwi Warna dan Zakaria dari Dinsosnakertrans,  Heru Tricahyanto, Sabari dan Budiati dari Apindo GK, dan Prapto, Agus dan Sugiyo dari SPSI.

Acara dibuka oleh Dwi Warna selaku Kepala Dinsosnakertrans, yang dalam sambutanya  menyampaikan bahwa situasi  ketenagakerjaan di Gunungkidul cukup kondusif dan tidak ada gejolak yang berarti. Walaupun sebenarnya adalah permasalahan mengenai belum diterapkanya UMK di semua perusahaan karena memang sebagian besar masih tergolong Usaha mikro dan kecil. Agus dari SPSi menyampaikan hal senada bahwa  para tenaga kerja tidak akan menuntut dengan demo hanya mohon pengertian dari pihak pengusaha agar bila belum mampu membayar sesuai UMK paling tidak menaikkan sedikit seiring dengan diterapkanya UMK 2013 ini.

Sementara itu Udi Harsono mengamati tentang  potensi Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata. Ke depan GK akan bergerak ke sektor usaha dan industri yang didalamnya akan mencakup pariwisata.  Fenomena wisata berbasis masyarakat di Pindul juga menjadi catatan tersendiri yang  mungkin bisa menjadi model di tempat lain.

Apindo menyoroti soal kenaikan BBM yang mulai berlaku Juni ini. Kondisi ini akan turut menekan dunia usaha sementara untuk UMK pun para pengusaha mikro dan kecil belum bisa memenuhinya. Hal ini bisa menjadi api dalam sekam demmikian diungkapkan oleh Sugiyo dari SPSI.  Di lain pihak untuk masalah wisata Pemda GK juga diminta mengendalikan jual beli tanah di sepanjang pantai selatan  yang saat ini sebagian besar sudah jatuh ke tangan investor luar daerah dan luar negeri. Suatu saat bila dibangun infrastruktur jalan maka investor luar inilah yang akan menikmati buahnya.(HT)

 

Categorised in: