Menu Click to open Menus
Home » Provinsi DIY » Apindo Tak Sepakat Jam Kerja Perempuan Dibatasi

Apindo Tak Sepakat Jam Kerja Perempuan Dibatasi

(717 Views) Desember 15, 2014 4:36 am | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Apindo Tak Sepakat Jam Kerja Perempuan Dibatasi

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak sepakat dengan gagasan pembatasan jam kerja untuk pekerja perempuan. Pasalnya, hal itu akan menimbulkan rasa iri dari pekerja lelaki. Selain itu, pasti pekerja perempuan tidak menerima kalau jam kerjanya dikurangi maka gajinya pun dikurangi.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani, kepada SP, Jumat (5/12) pagi.

Menurut Haryadi, kalau pembatasan jam kerja untuk pekerja perempuan diwajibkan maka pengusaha juga tidak mau rugi yakni jam kerja pekerja perempuan dikurangi maka gaji pun dikurangi. “Dan saya yakin pekerja perempuan tak menerima gagasan itu,” kata dia.

Haryadi menyayangkan adanya gagasan seperti itu. “Lihatlah negara-negara lain terutama negara-negara yang ekonominya maju, tak ada aturan seperti itu,” kata dia.

tkw

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kebijakan pengurangan jam kerja bagi perempuan pegawai negeri sipil yang memiliki anak berusia di bawah lima tahun (balita), diberlakukan dengan tujuan agar perempuan memiliki waktu yang lebih banyak untuk keluarga.

Arie Novarina, karyawati sebuah BUMN di Jakarta, Kamis (4/12), mengatakan, tidak setuju dengan gagasan pembatasan jam kerja untuk perempuan. “Kalau jam kerja dibatasi pasti gaji juga dikurangi. Ya, saya tak mau. Bila perlu jam kerja saya ditambah agar gaji saya juga tambah,” katanya.

Menurut Arie, pembatasan jam kerja untuk perempuan adanya hanya di negara-negara yang sejak dulu merendahkan perempuan.

“Gagasan batasan jam kerja untuk perempuan merendahkan perempuan. Masa kita ikuti negara-negara seperti itu,” kata dia.

Arie Novarina menambahkan, soal mengurus anak kenapa tidak mengeluarkan gagasan agar suami juga diwajibkan mengurus anak.

Senada, Neneng Subaidah, karyawati sebuah perusahaan swasta di Jakarta, Kamis (4/12) mengatakan, gagasan seperti itu justru langkah mundur bagi Indonesia dan gerakan perempuan Indonesia sebenarnya. “Kita sedang galak-galaknya gerakan kesetaraan gender, eh malah ada lagi gagasan kurang bagus seperti itu,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Sub Komisi Reformasi Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan, Kunthi Tridewiyanti mengatakan bahwa pengurangan jam kerja bagi pekerja perempuan tidak akan menjadi masalah selama tidak membatasi perempuan dalam pekerjaannya. “Sebenarnya kalau dibilang jam kerja diperhitungkan untuk perempuan baik saja. Tapi penting dipahami ini jangan sampai menyebabkan pembatasan perempuan dalam pekerjaan,” ujar Kunthi.

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/FMB

Sumber:Suara Pembaruan

Categorised in: